Hide

Lost Your Password?

Close

Close

Lost your password? Please enter your email address. You will receive a link to create a new password.

>Error! Invalid email address

Back to log-in

Close

Tujuh Wisata Sejarah di Kota Malang Simpan Kisah Kerajaan Hindu-Buddha

Tujuh wisata sejarah di kota malang simpan kisah kerajaan hindu buddha

Malang memang jadi tempat paling favorit untuk berlibur. Bagaimana tidak, kota yang berbatasan langsung dengan Pantai Selatan ini menyuguhkan ratusan tempat wisata, dari mulai alam, edukasi, belanja, hiburan, sampai sejarah. Lengkapnya obyek wisata di kota pelajar ini kemudian membuat wisatawan berbondong-bondong datang kemari.

Salah satu yang wajib banget dikunjungi selama di Malang, yakni wisata budaya dan sejarah. Sebagai kota yang menyimpan cerita masa lalu penuh tragedi, sudah barang tentu disini punya banyak kisah dan peninggalan. Oleh sebab itu, mari bersenang-senang dengan deretan obyek wisata bersejarah yang akan membuatmu berdecak kagum!

Candi Suberawan, Singosari

Sumber: fr.wikipedia.org

Candi Sumberawan terletak di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Meski terbilang sulit ditemukan, namun pemandangan alam dan udaranya masih begitu asri dan dingin. Di sini, kamu tidak akan menemukan relief maupun ukiran baik di dinding maupun lantai candi. Sehingga peninggalan sejarah ini disebut sebagai perwujudan stupa utuh yang merepresentasikan pencapaian menuju nirwana.

Candi Kidal, Tumpang

Sumber: ngalam.co

Raja Anusapati dibuatkan tempat persemayaman berupa candi yang diberi nama Kidal. Bangunan tersebut didirikan pada dinasti Singhasari dan terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

Nah, kalau dari arah Kota Malang jaraknya sekitar 20 km. Sebagai candi bercorak Hindu, Kidal disebut-sebut sebagai tempat pemujaan yang paling tua di Jawa Timur.

Candi Jago, Tumpang

Sumber: malangvoice.com

Candi Jago berasal dari kata Jajaghu yang artinya adalah keagungan. Dipenuhi dengan relief-relief kuno, peninggalan sejarah ini memiliki pahatan yang artistik dan sering jadi bahan penelitian para sejarawan, lho.

Relief-relief yang menggambarkan perpisahan itu diduga ada hubungannya dengan wafatnya Sri Jaya Wisnuwardhana. Sedangkan letaknya berada di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Penduduk setempat menyebutnya Cungkup. Jika kamu memulai perjalanan dari Kota Malang, maka jarak tempuhnya bisa mencapai 22 km.

Candi Badut, Dau

Sumber: www.1001wisata.com

Menurut catatan sejarah, Candi Badut dibangun sebelum masa pemerintahan Airlangga dan diduga sebagai candi tertua di Jawa Timur. Bagi wisatawan yang ingin belajar sejarah hanya dipatok harga masuk secara sukarela. Sementara lokasinya, berada di Desa Karangbesuki, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, atau 5 km dari Kota Malang.

Candi Songgoriti, Batu

Sumber: malang.merdeka.com

Teruskan perjalanan ke Batu, maka kamu akan menemukan sebuah Candi yang terletak di kompleks wisata air Songgoriti. Peninggalan sejarah tersebut diberi nama Candi Songgoriti dan dibangun di atas mata air panas. Penduduk setempat meyakini bila aliran air tersebut dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Menurut cerita yang tertulis dalam Prasasti Sanguran, Raja memerintahkan Mpu Sindok untuk menjadikan Desa Sanguran sebagai tampat pandai besi dan logam. Nah, kalau kamu datang ke Batu sempatkan diri untuk menengok peninggalan sejarah ini, ya.

Komplek Candi Gunung Arjuna, Batu

Sumber: guyuy.com

Kalau kamu sudah sampai Batu, kurang lengkap rasanya kalau belum datang ke Komplek Candi Gunung Arjuna. Di dalamnya dikelompokkan menjadi beberapa bagian, yaitu :

Grup Sepilo

  1. Bhatara Guru
  2. Candi Kembang
  3. Candi Lepek
  4. Candi Madrin
  5. Candi Wesi
  6. Hyang Semar
  7. Makutarama
  8. Patung Lesung
  9. Rancang Kencana
  10. Rahatawu
  11. Sepilo
  12. Watu Ireng

Grup Indrokilo

  1. Candi Laras
  2. Gua Gambir
  3. Indrokilo
  4. Satria Manggung

Candi Jawar Ombo, Ampelgading

Sumber: www.malangkab.go.id

Candi Jawar Ombo berlokasi di Desa Mulyosaari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Dibangun pada masa Kerajaan Hindu-Buddha, peninggalan sejarah ini ditemukan oleh warga pada tahun 1983. Saat itu kondisinya terpendam di dalam tanah.

Pada kaki candi terdapat pelipit setengah lingkaran dan segi empat. Sementara keempat sisi batu dilengkapi dengan relief tetarai dan tapak dara. Kalau datang ke sini, jangan lupa  mengambil gambar menarik keindahan ukiran di lantai candi!

Asik kan kalau datang ke Malang selain utuk menikmati wahana wisata yang beraneka ragam, traveler juga dapat belajar sejarah. Kamu juga nggak perlu bingung dengan penginapan dan transportasi. Sebab Kota Bunga memiliki banyak pilihan homestaydormitoryvilla, kos hingga hotel berbagai bintang. Sedangkan transportasinya tersedia mulai dari darat dan udara.

Jadi candi mana dulu nih yang akan kamu kunjungi?

(ind)

Share:

Related Post

Leave a Reply

WhatsApp chat